Ahmad Riadi
SELAYAR, Quarta.id- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menampilkan kekayaan budaya bahari dan potensi pangan lokal dalam Kirab Swasembada Pangan yang dirangkaikan dengan Jalan Santai Anti Mager.
Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (18/10/2026).
Dikutip dari kepulauanselayarkab.go.id, Bupati Kepulauan Selayar H. Muhammad Natsir Ali bersama Wakil Bupati Drs. H. Muhtar, mengenakan pakaian adat dan berdiri di atas perahu Lambo’ sembari menyapa masyarakat dengan senyum dan lambaian tangan.
BACA JUGA: Pulau Lantigiang, Sisi Lain Keindahan Taman Nasional Taka Bonerate
Lambo sendiri adalah perahu layar tradisional yang menjadi warisan dari budaya maritim masyarakat Selayar.
Salah satu jenis perahu tradisional ini, pada zamannya banyak diproduksi di Pulau Bonerate. Secara umum, perahu ini memiliki ciri khas badan perahu yang cembung, berbeda dengan Phinisi yang lebih pipih.

Jika phinisi menggunakan lebih dari satu layar, sebaliknya, lambo menggunakan satu layar saja dengan bentuk segitiga.
BACA JUGA: Tari Appapotok Batara ri Bungaiya Pukau Partisipan Festival Selayar Tempo Doeloe
Pada zaman dahuku, lambo digunakan sebagai alat transportasi untuk berbagai keperluan, termasuk perdagangan dan pelayaran jarak jauh. Lambo memberi bukti pada ketangguhan masyarakat Selayar dalam mengarungi Nusantara.
Industri perahu Lambo masih bisa ditemui di Pulau Bonerate, meskipun jumlahnya semakin berkurang.
Wisatawan yang memilih kunjungan ke wilayah kapulauan saat bertandan ke Selayar, berpeluang menyaksikan proses pembuatan lambo yang masih dilakoni secara tradisional.