Home EVENT

Festival Selayar Tempo Doeloe 2026: Angkat Isu Pangan Lokal, Tampilkan Atraksi Budaya Agraris

Citra Wardhani
Publikasi acara Festival Selayar Tempo Doeloe 2026. (Foto: Istimewa)
Publikasi acara Festival Selayar Tempo Doeloe 2026. (Foto: Istimewa)

SELAYAR, Quarta.id- Untuk kali pertama, Festival Selayar Tempo Doeloe akan dihelat. Komunitas Sileya Peduli sebagai salah satu organisasi di Selayar dengan concern pada isu sosial dan budaya, menjadi pelaksana.

Acara ini merupakan bagian dari Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) 2026 oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan akan dilaksanakan di Dusun Tajuia, Desa Bungaiya, sekitar 30 km arah utara Kota Benteng, Ibu Kota Kepulauan Selayar.

BACA JUGA: Dulu Banyak Ditanam Petani di Selayar, Sorgum Kini Diproyeksikan Jadi Alternatif Pangan di Masa Depan

Pada edisi pertama kegiatan ini, Sileya Peduli mengangkat isu pangan lokal dan akan menampilkan beberapa atraksi budaya agraris.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Ahmad Riadi, dalam keterangannya menyampaikan pemilihan lokasi pada salah satu dusun di Kecamatan Bontomatene itu, berdasarkan pada kondisi, dimana masyarakatnya relatif masih melakoni beberapa tradisi agraris hingga kini.

“Dusun Tajuia menjadi lokasi strategis untuk mendorong geliat pertanian dalam hubungannya dengan upaya mengangkat kembali keberadaan pangan lokal,” ucap Adi, sapaan akrab Ahmad Riadi kepada Quarta.id, Kamis (20/8/2026).

BACA JUGA: Kampung Tua Bitombang, Rumah Bertiang Tinggi dan Kearifan Lokal yang Tetap Lestari

Menurut Adi, dorongan untuk kembali ke pangan lokal, didasarkan pada beberapa fakta, seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan dan pertumbuhan jumlah penduduk yang menjadikan kita tidak bisa bergantung secara dominan pada komoditas padi.

“Disamping itu, isu kesehatan publik seperti meningkatnya jumlah pengidap diabetes yang berkaitan dengan beras sebagai sumber konsumsi yang dominan, perlu dikedepankan,” lanjut Adi.

Acara ini juga akan menampilkan beberapa atraksi budaya agraris, seperti halnya a, nambak batara, a;dengka banne dan anggiling batara.

BACA JUGA: Mengenal Jewawut, Tumbuh Baik di Daratan Selayar, Disebut Dapat Jadi Pilihan Program Diversifikasi Pangan

Pembina Komunitas Sileya Peduli, Daeng Marowa menyampaikan bahwa inisiatif menampilkan tradisi agraris, menjadi agenda yang bertujuang mentransfer nilai-nilai yang terkandung pada budaya lokal kita kepada generasi muda.

“Ada banyak nilai-nilai baik pada tradisi agraris kita, seperti halnya budaya gotong-royong, persatuan dan saling menghormati,” ucapnya.

Festival Selayar Tempo Doeloe akan dilangsungkan pada 22-23 Agustus dengan beberapa item kegiatan, diantaranya lomba mewarnai dengan tema pangan lokal, workshop fotografi terkait tradisi dan kearifan lokal, serta dialog dan pameran aneka pangan lokal.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp-Image-2024-01-11-at-07.35.08