Ahmad Riadi
BONTOMATENE, Quarta.id- Ada pemandangan berbeda dari aktivitas di Kantor Desa Kayubauk, Kecamatan Bontomatene pada Jumat (4/9/2026). Pada meja yang terdapat di ruangan serba guna Kantor desa tersebut, terdapat dua bakul kecil berisi potongan singkong dan ubi rebus.
Sebuah penampakan yang tak biasa di tengah kelaziman, penganan pada sesi rapat atau acara seremonial disajikan pada nampan dari piring, stainless atau wadah khas Makassar berupa bosara.
Bakul kecil dari daun lontar tersebut, rupanya adalah milik Ketua TP PKK Kecamatan Bontomatene, Andi Marlinawati Rusmin yang hari itu didaulat menjadi pembicara pada acara Sosilalisasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga untuk kader PKK Desa Kayubauk.
“Seruan dan kampanye untuk kembali ke pangan lokal, menjadi fokus kami di PKK, sehingga kita wajib memberi contoh berupa praktik-praktik baik untuk memperkenalkan aneka potensi pangan lokal kita,” ucapnya di sela-sela acara.
Menurut Marlina, sapaan akrabnya, sejauh ini begitu banyak alternatf pengganti beras dan juga jajanan dengan bahan dasar terigu yang terbukti dapat menjadi pemicu gangguan kesehatan dalam jangka panjang.
“Kita bisa memilih beras jagung, banne atau jewawut, singkong dan kue-kue tradisional dengan proses pengolahan yang relatif lebih sehat,” lajutnya.
BACA JUGA: Peringati HPSN, Dua Komunitas di Selayar Edukasi Anak Muda Jadi Pelopor Gaya Hidup Zero Waste
Kampanye dan seruan tersebut, oleh Marlinawati disampaikan pada berbagai momen dan kesempatan.
“Sebagai ketua PKK, tentu kami memiliki banyak kesempatan untuk menyampaikan hal-hal baik terkait pangan lokal kita,” lanjut istri dari Camat Bontomatene Andi Rusmin ini.
Tidak hanya isu pangan lokal, Marlinawati juga aktif menyerukan gata hidup zero waste sebagai sikap yang perlu dilakoni oleh masyarakat Bontomatene, terkhusus pengurus PKK.
Pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga yang dihelat pada Jumat (4/9/2026) itu, menurut Marlinawati bukan kali pertama dilaksanakan di Kecamatan Bontomatene.
“Diseluruh desa, kegiatan serupa kami terus dorong, agar kebiasaan mengeloa dan mengurangi sampah sejah dari rumah, menjadi kebiasaan masif,” imbuhnya.