Citra Wardhani
SELAYAR, Quarta.id-Gelaran Festival Selayar Tempo Doeloe (FSTD) 2026 tuntas setelah dilaksanakan selama dua hari dari 22 sampai 23 Agustus 2026 di Dusun Tajuia, Desa Bungaiya, Kecamatan Bontomatene.
Acara yang mengusung tema “Merawat Pangan Lokal, Menjaga Masa Depan” ini ditutup dengan sejumlah atraksi seni dan pertunjukan tradisi agraris. Hadir pula dialog “Pangan Lokal dalam Perspektif Sosial dan Ekonomi”. Dialog ini menghadirkan Dr. Ihsan Maro selaku Wakil Rektor ITSBM Selayar, Jurnalis dan Penggiat Literasi, Bakti M. Munir, serta Daeng Marowa dari Komunitas Sileya Peduli.
BACA JUGA: Festival Selayar Tempo Doeloe 2026: Angkat Isu Pangan Lokal, Tampilkan Atraksi Budaya Agraris
Dialog interaktif tersebut mengangkat beberapa isu terkait pangan lokal, seperti diversifikasi, dampak pola konsumsi terhadap kesehatan publik, politik dan kebijakan pangan nasional, serta aspek sosial dari pangan lokal itu sendiri.
Acara ini juga menampilkan atraksi budaya agraris, seperti tradisi A’Didek, A’Nambak Batara, A’Dengka Banne, serta pameran aneka pangan lokal serta cara pengolahannya.
“Dalam kegiatan ini, partisipan yang kita libatkan dominan adalah anak muda, dengan harapan mereka dapat mengenal sejak dini panngan lokal kita dan memahami pentingnya keanekaragaman sumber makanan,” ucap Sakinah Nur dari Sileya Peduli sebagai penyelenggara.
Sakinah menambahkan, aktivitas pada FSTD 2026, seluruhnya merujuk pada tema pangan lokal.
Adapun sub-kegiatan dimaksud adalah lomba mewarnai, workshop fotografi, pelatihan pengelolaan pangan lokal dan berbagai aktivitas lainnya.
FSTD 2026 menjadi tonggak awal dalam mendorong upaya menjadikan nilai tradisi, budaya dan kearifan lokal Selayar sebagai bagian dari identitas, pola pikir dan perilaku masyarakat Selayar, terutama anak muda.
BACA JUGA: Wajib Dicoba! Penganan Khas Selayar Berbahan Dasar Jewawut, Lezat dan Kaya Gizi
“Ke depan, kita akan mengangkat tema lain dalam lingkuo tradisi dan kearifan lokal Selayar sebagai pada gelaran Festival Selayar Tempo Doeloe selanjutnya,” imbuh Sakinah.
Festival Selayar Tempo Doeloe menjadi bagian dari program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) 2026 yang dinaungi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.