Unhas dan RSUD KH Hayyung Edukasi Warga Kepulauan Selayar Terkait Osteoporosis dan Kesehatan Tulang

Sardi
unhas di selayar

SELAYAR, Quarta.id- Di Indonesia, kesehatan tulang masih menjadi persoalan penting dan membutuhkan solusi yang komprehensif. Data dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa kasus patah tulang mencapai 1,3 juta setiap tahun.

Di sisi lain, osteoporosis sebagai salah satu persoalan yang berkaitan dengan tulang, juga kerap dianggap sebagai masalah kesehatan biasa. Padahal, osteoporosis dikenal sebagai “silent disease”.

Laman fkm.unair.ac.id menyebut, sebagian besar masyarakat Indonesia baru menyadari dirinya menderita osteoporosis setelah mengalami patah tulang akibat benturan ringan, jatuh kecil, bahkan hanya karena bersin.

BACA JUGA: Kesadaran Disebut Masih Rendah, FKG UMI Edukasi Mayarakat Selayar Terkait Kesehatan Gigi dan Mulut

Sumber tersebut menyampaikan, perhatian terhadap osteoporosis dan kesehatan tulang masih minim, baik dari sisi kebijakan kesehatan nasional maupun kesadaran masyarakat umum. Padahal, dengan deteksi dini melalui skrining, osteoporosis bisa dicegah dan dikendalikan sejak awal.

Fakta-fakta terkait kesehatan tulang menjadi salah satu concern pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Ortopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kegaiatn dimaksud, diawali dengan senam osteoporosis di halaman RSUD KH Hayyung, Sabtu (29/8/2026), dikutip dari kepulauanselayarkab.go.id.

BACA JUGA: Proteksi Keamanan Pangan Olahan, Dinkes Kepulauan Selayar Perkuat Peran Tim Satgas Pangan Daerah

Kegiatan tersebut diikuti jajaran RSUD KH Hayyung, para tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit, serta masyarakat. Hadir Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar beserta jajaran, serta tim Departemen Ortopedi dan Traumatologi FK Unhas.

Senam osteoporosis menjadi bagian dari rangkaian pengabdian yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang serta mendorong penerapan pola hidup sehat.

Kegaiatn Unhas di Kepulauan Selayar, dilanjutkan dengan Seminar Tenaga Kesehatan dan Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Ortopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), Sabtu (29/8/2026) di Benteng.

BACA JUGA: Festival Selayar Tempo Doeloe 2026: Angkat Isu Pangan Lokal, Tampilkan Atraksi Budaya Agraris

Ketua Departemen Ortopedi dan Traumatologi FK Unhas Makassar, Dr. dr. Muhammad Sakti, Sp.O.T., Subp.COK., FICS, menyampaikan, pelaksanaan seminar dan pengabdian kepada masyarakat tersebut merupakan bagian dari komitmen Departemen Ortopedi dan Traumatologi FK Unhas untuk berbagi pengetahuan, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Guru Besar Departemen Ortopedi dan Traumatologi FK Unhas Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi, Sp.B, Sp.OT (K), yang hadir sebagai narasumber menyampaikan beberapa hal yang masih kerap salah kaprah terkait ortopedi dan traumatologi, khususnya penanganan trauma, cedera tulang dan sendi, perawatan luka, serta penanganan nyeri tulang belakang.

“Penanganan awal cedera tulang misalnya, sebaiknya dilakukan oleh petugas kesehatan yang berkompeten dan menghindari intervensi oleh individu non-medis,” ucapnya di depan peserta.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan, terutama dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan di wilayah kepulauan. 

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp-Image-2024-01-11-at-07.35.08