Ahmad Riadi
SELAYAR, Quarta.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Niño akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama tahun 2027 dengan puncak intensitas melebihi kategori kuat.
Potensi kekeringan ini dapat semakin diperparah dengan potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada periode September hingga Desember 2026.
Dilansir dari bmkg.go.id, Hingga pertengahan Juli 2026, BMKG mencatat sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 54,5% dari total luas daratan Indonesia telah memasuki musim kemarau.
BACA JUGA: Nakhoda Baru PAM Tirta Tanadoang dan Cerita Pilu Warga Dusun Tajuia
Sementara itu, 77 ZOM (11,8%) masih mengalami musim hujan dan 113 ZOM (33,7%) berada di area tipe satu musim. BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Agustus yang melingkupi 48,84% wilayah serta September mencakup 25,41% wilayah daratan.
Dampak El Nino mulai dirasakan pada berbagai wilayah di Indonesia. Di Kepulauan Selayar, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tanadoang Kabupaten Kepulauan Selayar. Sejumlah sungai yang selama ini menjadi sumber air baku mengalami penurunan debit secara drastis sehingga memengaruhi kontinuitas pelayanan air bersih kepada pelanggan.
Salah satu sumber air baku yang mengalami penurunan debit adalah Sungai Je’ne Karring yang menyuplai Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sasara. Instalasi tersebut melayani pelanggan di wilayah Putabangun dan Kolo-Kolo.
BACA JUGA: Terobosan Baru PAM Tirta Tanadoang, Bayar Rekening Air Sekarang Bisa Lewat Akun DANA
Sebelumnya, pelanggan di wilayah tersebut dapat menikmati pelayanan air selama 24 jam. Namun, akibat berkurangnya pasokan air baku, Perumda Air Minum Tirta Tanadoang harus melakukan penyesuaian pola distribusi.
Air dari Sungai Je’ne Karring terlebih dahulu ditampung dan diolah hingga reservoir IPA Sasara terisi penuh. Setelah kapasitas reservoir mencukupi, air baru didistribusikan kepada pelanggan pada jam-jam pelayanan yang telah ditentukan.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Bontosikuyu. Debit Sungai Uhe Kalambu yang menjadi sumber air baku IPA Bontosikuyu mengalami penurunan cukup drastis. IPA Bontosikuyu selama ini menyuplai kebutuhan air bersih bagi pelanggan di Desa Harapan dan Desa Tile-Tile.
BACA JUGA: Darmawang: Sosok di Balik Transformasi Perumda Air Minum Tirta Tanadoang yang Makin Inovatif
Akibat kondisi tersebut, pelayanan air yang sebelumnya dapat dilakukan selama 24 jam kini harus menggunakan sistem distribusi bergilir. Perumda Tirta Tanadoang melakukan pengisian reservoir IPA Bontosikuyu selama 24 jam, kemudian air yang telah tertampung didistribusikan kepada pelanggan selama 24 jam berikutnya.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Tanadoang, Darmawang, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa penjadwalan distribusi merupakan langkah yang harus dilakukan agar air yang tersedia dapat dibagikan secara lebih merata kepada pelanggan.
“Penurunan debit sumber air baku saat ini sangat drastis. Daerah yang sebelumnya dapat kami layani selama 24 jam terpaksa harus dilayani berdasarkan jadwal setelah reservoir terisi. Langkah ini kami lakukan agar air yang tersedia tetap dapat didistribusikan secara adil dan merata kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, Perumda terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku, kapasitas reservoir, serta jaringan distribusi di wilayah terdampak. Petugas teknis juga terus melakukan pengaturan operasional agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Perumda Air Minum Tirta Tanadoang menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terganggunya kontinuitas pelayanan akibat kondisi alam tersebut. Pelanggan juga diimbau untuk menampung air pada saat distribusi berlangsung dan menggunakan air secara hemat, khususnya untuk kebutuhan utama sehari-hari.
Masyarakat diminta tidak melakukan penampungan secara berlebihan karena dapat mengurangi tekanan air dan menghambat distribusi kepada pelanggan yang berada di wilayah ujung jaringan atau daerah dengan elevasi lebih tinggi.
BACA JUGA: Sukacita Perayaan Kemerdekaan dan Ironi Indonesia di Kampung Lengu
Perumda Tirta Tanadoang akan terus menyampaikan perkembangan kondisi sumber air baku dan jadwal distribusi melalui saluran informasi resmi perusahaan. Pelanggan yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan dapat menghubungi layanan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Tanadoang melalui nomor 0811-4110-102.
“Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama seluruh pelanggan. Gunakan air secara bijak dan secukupnya agar pelanggan lainnya juga tetap memperoleh pelayanan selama kondisi debit sumber air baku masih mengalami penurunan,” tutup Darmawang.