Ahmad Riadi
SELAYAR, Quarta.id- Kepulauan Selayar terus memacu diri dalam rangak mengembangkan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Terbaru, daerah dengan julukan Bumi Tanadoang ini, digandeng oleh Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) dalam program BESTARI Saintek. Adalah PKK Kabupaten Kepulauan Selayar yang menjadi leading sector pada inisiatif kerja sama ini,
Program dengan tajuk besar BESTARI Saintek Living Laboratorium Ekonomi “The Green Gold Kelapa Selayar” ini hadir dengan pendampingan terkait langkah strategis dalam mendorong hilirisasi kelapa.
Dikutip dari kepulauanselayarkab.go.id, langkah ini sekaligus membuka peluang bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk terlibat dalam menciptakan produk bernilai tambah.
Kegiatan koordinasi Program BESTARI Saintek salah satunya berlangsung di Desa Bontolempangan, Kecamatan Buki, Sabtu (25/7/2026). turut dihadiri Ketua TP PKK Kepulauan Se;layar, Tri Yanti Rahmawati, Tim Riset BESTARI Saintek Politeknik Negeri Pangkep yang dipimpin oleh Ketua Tim Riset, Dr. Zulfitriany D. Mustaka, S.P., M.P.
BACA JUGA: Setelah GEMERLAP Terbitlah GEMETAR, Program Baru untuk Komoditas Jagung di Selayar
Pada salah satu kegiatan tersebut. Tim BESTARI Saintek memberikan pendampingan dan pelatihan kepada kader PKK terkait pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk kreatif bernilai ekonomi, salah satunya dengan mengajarkan teknik pembuatan pewarna alami dari sabut kelapa yang kemudian diaplikasikan melalui kegiatan membatik.
Melalui pendampingan ini, sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi bahan pewarna ramah lingkungan sekaligus menjadi bagian dari pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal Selayar.
Ketua TP PKK Kepulauan Selayar, Tri Yanti Rahmawati menyampaikan apresiasi atas hadirnya Program BESTARI Saintek yang dinilai mampu menjadi ruang kolaborasi dalam meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
“Program ini menjadi peluang besar bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk mengambil peran dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal. Kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya, dikutip dari sumber yang sama.
Dirinya berharap program yang melibatkan perguruan tinggi tersebut dapat melahirkan inovasi yang mudah diterapkan masyarakat, termasuk kelompok usaha perempuan dan pelaku UMKM.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan, kreativitas, dan inovasi menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan.
“TP PKK siap bersinergi dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat sangat penting agar hasil riset dapat memberikan manfaat nyata,” Imbuh Tri Yanti.