Ahmad Riadi
SELAYAR, Quarta.id- Adalah puluhan partisipan International Cultural Program (ICP) 2026 yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin yang hadir menyambangi Pantai Baloiya pada Minggu (5/7/2026).
Kedatangan mahasiswa asing dari 27 negara itu, menjadi rangkaian kegiatan ICP 2026, yakni bersih pantai dan mini workshop daur ulang ecobrick.
Berbalut aksi lingkungan, bersih pantai pada salah satu destinasi wisata di Kepulauan Selayar itu, tetap hadir dengan unsur rekreatif yang kental.
Di sela-sela kegiatan, beberapa di antara mereka, melewatkan waktu untuk bermain pasir, mengabadikan diri melalui foto selfie berlatar bongkahan karang yang membentuk pulau kecil, atau berjalan-jalan dan membiarkan kaki mereka basah oleh ombak yang menjilati bibir pantai.
BACA JUGA: Deretan Destinasi Wisata Ciamik di Pesisir Timur Selayar, Pilihan Ideal saat Fase Muson Barat
MD Razoan Karim, mahasiswa asal Bangladesh yang tidak berhenti mengagumi keindahan objek wisata berjarak sekitar 12 km dari Kota Benteng itu.
“Sangan indah, pantainya bagus,” ucapnya dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Pantai Baloiya terletak di Kecamatan Bontosikuyu. Beberapa titik pada areal tersebut merupakan pantai berpasir putih. Dan pada titik tertentu merupakan tebing dengan batu karang yang menjorok ke laut.
BACA JUGA: Bahuluang-Tambolongan-Polassi: Spot Island Hopping di Kepulauan Selayar
Kehadiran dua pulau karang pada perairan dangkal, kerap menjadi latar untuk swafoto, terutama saat sore hari atau pada momen matahari akan tenggelam.
Relatif dekat dari Benteng, lokasi ini dapat dikunjungi setiap waktu jika wisatawan menginap pada salah satu hotel yang tersedia di Ibu Kota Kepulauan Selayar itu.

Belum adanya pengelola pada lokasi yang kerap dibanding-bandingkan dengan destinasi Tanah Lot di Bali karena kemiripan karakter alam, menjadikan Pantai Baloiya minim fasilitas, termasuk toilet dan gerai untuk berbelanja.
Wisatawan harus mempersiapkan bekal dan kelengkapan untuk piknik saat mengunjungi tempat ini.