Langgar Aturan Perlindungan Biota Laut, Empat Nelayan Selayar Diamankan Akibat Praktik Eksplorasi Akar Bahar

Sardi
Akar bahar (Antipathes). (Foto: Istimewa)
Akar bahar (Antipathes). (Foto: Istimewa)

SELAYAR, Quarta.id- Tim smart patrol Resor Rajuni, Balai Taman Nasional Taka Bonerate, mengamankan 4 tersangka pelaku Destructive Fishing (DF).

Sumber resmi dari akun instagram @btn_takabonerate menyebut, praktik DF tersebut terjadi pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 11.38 WITA.

“Lokasinya di perairan Taka Latondu. Tepat pada titik koordinat 6,479201 LS dan 121,080790 BT.” tulis akun resmi Taman Nasional Taka Bonerate itu.

BACA JUGA: Terkenal Lezat dan Bergizi Tinggi, Ikan Kakatua Sebaiknya Tidak dikonsumsi, ini Alasannya!

Saat diperiksa, kapal tersangka disebut kedapatan menggunakan kompresor. Alat tersebut dipakai untuk mengambil hasil laut berupa akar bahar.

Tim patroli sempat mengambil keterangan singkat di lokasi. Mereka juga melakukan dokumentasi dan mencatat titik koordinat.

BACA JUGA: BPSPL Makassar Latih Komunitas Lingkungan di Kepulauan Selayar Selamatkan Mamalia Laut Terdampar

Setelah itu, keempat tersangka langsung dibawa untuk dimintai keterangan. Mereka dibawa untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Tak hanya itu, tim juga melakukan serah terima barang bukti yang seluruh barang bukti pun diamankan dengan prosedur yang berlaku,” tutup akun itu.

Akar Bahar, Hewan yang Sering Disangka Tumbuhan dan Mitos Sebagai Penawar Racun

Keberadaan akar bahar dengan nama latin Antipathes ini, dilindungi berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Ada pula Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Meskipun termasuk dalam kategori biota yang dilarang untuk diekplorasi, pada beberapa tempat penggunaan akar bahar sebagai bahan baku souvenir, menjadikannya sebagai target praktik destructive fishing.

Akar bahar yang kerap dijadikan gelang, malah disebut sebagai “penangkal” racun menurut kepercayaan sebagian orang.

Hanya saja, khasiat dimaksud tak ditemui dari berbagai jurnal dan referensi yang ada.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp-Image-2024-01-11-at-07.35.08