Peringati HPSN, Dua Komunitas di Selayar Edukasi Anak Muda Jadi Pelopor Gaya Hidup Zero Waste

Sardi
Peserta dan penyelenggara acara pada sharing session SBSP dan Kammaimo Sikola bersama puluhan anak muda di Kecamatan Bontosikuyu. (Foto: Istimewa)
Peserta dan penyelenggara acara pada sharing session SBSP dan Kammaimo Sikola bersama puluhan anak muda di Kecamatan Bontosikuyu. (Foto: Istimewa)

SELAYAR, Quarta.id- Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, Selayar Bebas Sampah Plastik (SBSP) menjalin kemitraan dengan Komunitas Kammaimo Sikola. Adapun HPSN, diperingati setiap 21 Februari.

Dua komunitas di Selayar ini, melakukan edukasi pada puluhan anak muda di Kecamatan Bontosikuyu, terkait gaya hidup zero waste.

Acara dilangsungkan Minggu (23/2/2025) di Dusun Baringan, Desa Laiyolo, sekitar 26 km dari Kota Benteng.

BACA JUGA: Rumah BUMN dan Komunitas SBSP Dorong UMKM di Kepulauan Selayar Lebih Ramah Lingkungan

Puluhan peserta yang terdiri dari Pengurus OSISI SMA Negeri 3 Selayar, PMR dan Pramuka, mengikuti sharing session yang menghadirkan pembicara dari SBSP,.

Tampil sebagai moderator, Hardyanti Rafik selaku founder dari Kammaimo Sikola.

“Anak muda hari ini harus tampil menjadi pelopor gaya hidup zero waste sebagai upaya menyelamatkan bumi dari kerusakan akibat polusi sampah, terutama sampah plastik yang memiliki daya tahan di lingkungan hingga beratus-ratus tahun sebelum bisa terurai,” ucap Ahmad Riyadi selaku Pendiri SBSP.

BACA JUGA: Dorong Sekolah Bijak Plastik, Disdikpora Kepulauan Selayar dan SBSP Latih Guru Olah Sampah Jadi Ecobrick

Menurut Riyadi, polusi sampah plastik, menimbulkan berbagai dampak pada lingkungan, seperti halnya kerusakan ekosisitem laut akibat pencemaran sampah plastik, berkurangnya kualitas tanah karena terkontaminasi plastik, serta pencemaran udara akibat mikroplastik.

“TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah yang oleh sebagian besar kalangan dianggap sebagai solusi, juga bukan jalan keluar. Karena pemerintah kita masih menjadikan TPA sebagai tempat penampungan, tanpa ada proses pengolahan,” lanjut Riyadi.

Kondisi belum maksimalnya pengelolaan sampah di TPA disebut menjadi pemicu dampak lain yang tidak kalah buruknya.

BACA JUGA: Pemda Kepulauan Selayar Simulasi Program Makan Bergizi Gratis, Komunitas SBSP Ingatkan Soal Isu Lingkungan

“TPA adalah Penyumbang 8 % emisi gas rumah kaca yang saat ini menjadi persoalan global,” tambah Riyadi.

Kammaimo Sikola sebagai organisasi yang mendorong kapasitas anak muda, terutama di Bontosikuyu, menilai pentingnya membekali generasi penerus dengan pengetahuan terkait lingkungan sehingga terbangun karakter dan sikap peduli secara masif.

BACA JUGA: Selayar Green Festival Dorong Anak Muda Lebih Peduli Lingkungan

“Anak-anak muda diharapkan menjadi pelopor pada lingkungannya masing-masing untuk mendorong kualitas hidup bermasyarakat, terutama dalam hal pelestarian lingkungan,” ucap Hardyanti Rafik.

Pada forum ini, peserta diberikan kesempatan untuk sharing terkait pengalaman dan pandangan mereka terkait persampahan dan persoalan lingkungan secara umum.

Acara ini juga menghasilkan komitmen bersama untuk kolaborasi dalam penguatan isu pelestarian lingkungan, terutama problem sampah plastik di Kepulauan Selayar

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp-Image-2024-01-11-at-07.35.08