SELAYAR, Quarta.id- PKK Kepulauan Selayar resmi memiliki nakhoda baru setelah Istri Bupati Kepulauan Selayar, Tri Yanti Rahmawati menjalani prosesi pelantikan di Makassar, Selasa (11/3/2025).
Pelantikan dan Pengukuhan dilakukan oleh Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Ny. Naoemi Octarina Sudirman di Baruga Pattingalloang, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.
BACA JUGA: 10 Tahun Pimpin PKK Kepulauan Selayar, Andi Dwiyanti Musrifah Berpamitan pada Ajang HKG PKK ke-52
Selain dilantik menjadi Ketua TP PKK Kepulauan Selayar, Tri Yanti Rahmawati juga dikukuhkan sebagai Ketua Posyandu, Ketua Dekranasda, Bunda PAUD, Bunda Literasi, dan Bunda Forum Anak.
Status sebagai Bunda Literasi yang juga diemban oleh Ketua TP PKK Kepulauan Selayar, menjadi salah satu tugas strategis dalam mendorong minat baca, terutama pada kalangan anak muda.
BACA JUGA: Resmi! Tri Yanti Rahmawati Nakhodai PKK Kepulauan Selayar Periode 2025-2030
Dikutip dari laman perpusnas.go.id, Bunda Literasi memiliki tugas mulia sebagai tokoh penggerak yang bisa menjadi panutan, motivator, inspirator dan dapat memengaruhi masyarakat dalam aspek minat baca dan kegemaran membaca.
Dalam menjalankan amanah, Bunda Literasi memiliki fungsi melahirkan inovasi-inovasi kreatif dalam menjadikan kegiatan literasi sebagai aktivitas yang menarik dan tidak membosankan.
Selain itu, koordinasi antar pemerintah, komunitas dan lembaga yang ada, penting dilakukan oleh Bunda Literasi sehingga tercipta budaya gemar membaca di tengah-tengah masyarakat.
BACA JUGA: Alarm Darurat Perundungan Anak!
Tugas dari Bunda Literasi menjadi tidak mudah ditengah masih rendahnya budaya literasi masyarakat Indonesia.
Menurut data UNESCO, Indonesia bahkan menempati urutan kedua dari bawah soal literasi dunia. UNESCO juga menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, yakni hanya 0,001% yang berarti dari 1.000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca.
Bunda Literasi dalam tugas-tugasnya memiliki peran melakukan intervensi dari lingkup terkecil yaitu keluarga.
Keluarga disebut menjadi lembaga pendidikan informal yang memiliki peran paling penting dalam pengembangan literasi.