SELAYAR, Quarta.id- Adalah Komunitas Selayar Bebas Sampah Plastik (SBSP) yang berinisiatif menggelar sebuah kegiatan bertajuk Akademi Bijak Plastik, sebuah program edukasi ke berbagai kalangan terkait gaya hidup berkelanjutan.
Program ini dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak minggu ketiga Oktober 2024 lalu.
BACA JUGA: Selayar Green Festival Dorong Anak Muda Lebih Peduli Lingkungan
“Pada momen Hari Sumpah Pemuda, kami telah mengedukasi ratusan siswa dan anak muda terkait aktivitas daur ulang melalui ecobrick,” ucap Muh. Nursam, Project Officer Selayar Bebas Sampah Plastik kepada Quarta.id, Selasa (29/10/2024) lalu.
Sementara pada Sabtu (9/11/2024) puluhan anak muda di Kepulauan Selayar juga mengikuti acara serupa di Rumah Kopi Wisma Rayhan di Benteng.
Selain mendapatkan materi tentang ecobrick, peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, komunitas dan kalangan umum, juga berkesempatan mendapatkan pemahaman baru terkait isu-isu aktual lingkungan hidup di Indonesia dan secara global.
“Begitu banyak persoalan yang kita dengar dan saksikan akhir-akhir ini, ambil contoh krisis iklim dengan berbagai isu turunannya seperti bencana alam, polusi mikroplastik dan peningkatan suhu bumi secara signifikan,” ucap Ketua Selayar Bebas Sampah Plastik, Ahmad Riyadi di depan peserta.
Pada Rabu (13/11/2024), Akademi Bijak Plastik berlanjut dengan edukasi gaya hidup berkelanjutan kepada puluhan penggiat Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) di Kepulauan Selayar.
BACA JUGA: Hari Bumi 2024: Yuk, Kenal Lebih Dekat dengan Gerakan Selayar Bebas Sampah Plastik!
Bertempat di Rumah BUMN Selayar, pelaku UMKM mendapatkan materi tentang isu lingkungan, terutama sampah plastik dan bagaimana pelaku UMKM menerapkan gaya hidup berkelanjutan pada aktivitas usahanya.
“Rangkaian Akadami Bijak Plastik secara umum bertujuan memberi pemahaman bahwa tanggung jawab mengatasi krisis iklim ada pada semua komponen, baik individu, pemerintah dan pelaku bisnis,” imbuh Riyadi.