Ahmad Riadi
SELAYAR, Quarta.id- Organisasi SOLID 94, sebuah perkumpulan alumni SMA tahun 1994 di Selayar, meggelar acara sosialisasi dampak penyalahgunaan Narkoba terhadapa generasi muda pada dua sekolah di Kepulauan Selayar.
Pada edisi pertama, kegiatan dimaksud berlangsung di SMK Negeri 1 Selayar. Sementara untuk hari ke-2 pada Rabu (21/1/2026) dihelat di SMA Negeri 1 Selayar di Benteng.
Hadir sebagai pembicara, dr. Yunita Sari dari RSUD K.H. Hayyung Kepulauan Selayar dan Iptu Muhammad Rifai selaku Kapolsek Benteng-Bontoharu yang sebelumnya menjabat Kasatreskrim Polres Kepulauan Selayar.
“Tanggung jawab untuk menyelamatkan generasi muda kita dari pengaruh buruk Narkoba, menjadi beban semua pihak. Kami dari SOLID 94 mengambil peran untuk terlibat di dalamnya,” ucap Jamaluddin mewakili SOLID 94 pada kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Benteng, Iptu Muhammad Rifai menyampaikan keberadaan Kepulauan Selayar yang mulai dilirik oleh para pengedar dan sindikat Narkoba, tidak saja sebagai target penjualan barang haram itu, namun ada fenomena menjadi tempat transit.
“Karena letak geografis Kepulauan Selayar sebagai daerah kepulauan, menjadikan daerah ini bisa jadi pintu masuk peredaran sebelum di suplay ke daerah lain,” ucap Rifai.
Ia memberikan contoh beberapa kasus, dimana barang bukti yang ditemukan menjadi pembenaran adanya upaya menjadikan Kepulauan Selayar sebagai tempat transit peredaran Narkoba.
“Baru-baru ini, temuan 3 kg Narkoba di kolong rumah warga di Barugaiya, Kecamatan Bontromanai menjadi bukti kalau di Selayar peredaran Narkoba makin memprihatinkan,” lanjut Rifai.
Sementara itu, dr. Yunita Sari menyampaikan pentingnya pencegahan, selain penanganan pada penyalahgunaan Narkoba.
“Proteksi penyalahgunaan Narkoba, terutama pada generasi muda harus dilakukan semua komponen dengan menjauhkan anak muda dari faktor penyebab.” ucapnya.
dr. Yunita Sari menyebut faktor penyebab seperti gangguan kecemasan, bullying, merasa tersisih dan kurang bahagia menjadi beberapa kondisi yang menjadi pintu masuk anak muda menyalahgunakan Narkoba.
“Pergaulan yang salah juga bisa jadi penyebeb (penyalahgunaan Narkoba). Olehnya itu, peran orang tua dan sekolah serta lingkungan masyarakat menjadi penting,” lanjut dr. Yunita Sari.
Data dari Polres Kepulauan Selayar menyebutkan temuan kasus Narkoba pada tahun 2025 sebanyak 18 kasus. Melibatkan 19 laki-laki dan 1 orang perempuan.
Data dimaksud juga menyebut, konsentrasi penyebaran temuan kasus yang tdiak hanya terkonsentrasi di kota seperti tahun-tahun sebelumnya, namun terdistribusi ke 4 kecamatan daratan lainnya.