Citra Wardhani
SELAYAR, Quarta.id, Kondisi cuaca di Kepulauan Selayar serta kebijakan penundaan sementara penerbangan maskapai Fly Jaya, diperkirakan akan memberi pengaruh terhadap pergerakan wisatawan ke Bumi Tanadoang, julukan Kepulauan Selayar.
Fase muson barat yang saat ini sedang berlangsung di Selayar dan sekitarnya, menyebabkan kondisi cuaca kerap tidak bersahabat.
Angin kencang dan ketinggian ombak yang bisa mencapai tiga meter, menjadikan beberapa destinasi wisata sepi pengunjung.
BACA JUGA: Tidak Hanya Bahari, Ini Sederet Spot Wisata Perbukitan di Kepulauan Selayar
Selain itu, jalur transportasi laut yang menghubungkan Kabupaten Bulukumba dan Selayar beberapa kali mengalami penundaan akibat faktor cuaca.
Disatu sisi, maskapai Fly Jaya yang melayani rute dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ke Bandara Aroeppala di Selayar.
Pengumuman pemberhentian sementara layanan penerbangan dari Makassar oleh maskapai Fly Jaya, salah satunya disampaikan oleh akun resmi otoritas Bandara Aroeppla di instagram @aroeppelaairport.
BACA JUGA: Dihantui Cuaca Buruk, Destinasi Wisata di Selayar Ini Tetap Aman Dikunjungi Saat Libur Tahun Baru
“Sehubungan dengan adanya program pemeliharaan (maintenance) pesawat, FlyJaya melakukan pembatalan penerbangan sementara pada periode 23 Januari 2026 s.d. 13 Februari 2026,” tulis akun itu beberapa waktu lalu.
Pengurus organisasi Desa Wisata Nusantara (Dewisnu) Perwakilan Kepulauan Selayar, Aidin Nur yang dihubungI Quarta.id, Rabu (21/1/2026), menyampaikan prediksi penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Selayar akibat faktor cuaca dan penundaan penerbangan Fly Jaya Airlines.
“Dampak penurunannya bisa sampai 50 persen lebih. Dan biasanya yang paling terdampak adalah kunjungan wisatawan lokal,” ucap Aidin.
BACA JUGA: Ruas Jalan Terus Dibenahi, Akses ke Pantai Pungaan Semakin Mudah
Menurut Aidin, wisatawan mancanegara biasanya memiliki trip plan yang terencana dari jauh hari, sehingga jarang adan pembatalan perjalanan.
Alif Fajrin dari Selayar Travelindo, juga memiliki pengalaman yang sama terkait penurunan jumlah penjualan selama fase muson barat.
“Kisarannya (penurunan penjualan) bisa diatas 50 persen. Saat cuaca normal bisa 7 sampai 10 trip, saat musim barat hanya 2 sampai 4 trip saja” ucapnya saat dihubungi Quarta.id, Jumat (23/1/2025).
Pembatalan penyeberangan kapal ferry dan tidak tersedianya penerbangan, juga disebut memberi pengaruh terhadap kunjungan wisatawan.
“Akses transportasi menjadi hal penting dalam menjamin kenyamanan wisatawan, semoga pemerintah daerah bisa mengupayakan kembali beroperasinya penerbangan Fly Jaya,” harap Alif Fajrin.
Muson barat di Kepulauan Selayar, setiap tahunnya berlangsung pada periode September hingga Maret. Muson barat menyebebkan kecepatan angin dan gelombang laut dengan intensitas yang tidak hanya mengganggu aktivitas transportasi, tetapi juga kenyamanan wisatawan pada destinasi wisata yang ada.