Ahmad Riadi
SELAYAR, Quarta.id- Di Kepulauan Selayar dikenal dua fase musim dalam setahun.
Rentang waktu antara September hingga April, berlangsung muson barat, dimana angin bertiup dari barat dengan cuaca yang cenderung ekstrem.
Diwaktu-waktu tertentu, ketinggian gelombang bisa mencapai 3 meter dan angin yang bertiup kencang. Pada kondisi ini, otoritas setempat kerap mengeluarkan warning untuk aktivitas pelayaran dan pariwisata.
BACA JUGA: Tidak Hanya Bahari, Ini Sederet Spot Wisata Perbukitan di Kepulauan Selayar
Pada periode September hingga April, jumlah kunjungan wisata relatif menurun di Kepulauan Selayar. Kendala akses dan kondisi pada objek wisata, memberi pengaruh pada minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Meski demikian, Kepulauan Selayar tetap menawarkan desatinasi untuk kunjungan saat muson barat
Beberapa destinasi di Pesisir Timur Selayar menjadi pilihan ideal saat cuaca sedang tak bersahabat.
Berikut Quarta.id merekomendasikan objek wisata dimaksud:

Dikutip dari kepulauanselayarkab.go.id, Pantai Punagaan terletak di Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu, sekitar 15 km dari Kota Benteng, Ibukota Kepulauan Selayar.
Pantai Punagaan merupakan objek wisata yang berada di Pesisir Timur Pulau Selayar, Pulau terbesar di wilayah administratif Kepulauan Selayar.
Pantai Punagaan merupakan spot wisata berbentuk teluk, dimana sebagian pantainya merupakan areal dengan pasir berwarna kelabu, dan bagian lainnya adalah tebing dengan air yang jernih.
Beberapa fasilitas telah tersedia di lokasi ini seperti gazebo, fasilitas bilas dan ruang ganti, air bersih dan bangunan induk yang memiliki space untuk kegiatan rapat dan pertemuan. Aktivitas wisata pada lokasi ini adalah snorkeling dan
Dari Kota Benteng, pengunjung dapat melakukan perjalanan menggunakan roda dua atau roda empat. Akses dari dan ke Pantai Punagaan, beberapa diantaranya adalah pendakian dengan beberapa kelokan. Waktu tempuh dari Kota Benteng sekitar 20 sampai 30 menit.

Pantai Pinang terletak di pesisir timur Pulau Selayar, Pulau terbesar di Kabupaten Kepulauan Selayar. Pantai ini dikelolah oleh ekspaktriat asal Prancis dengan beberapa fasilitas penginapan dan dive centre.
Berpasir putih dengan air laut yang jernih serta pemandangan alam bawah laut yang menawan. Sangat cocok untuk aktivitas diving dan snorkeling. Pantai Pinang idealnya dikunjungi pada bulan September sampai April, atau oleh masyarakat Kepulauan Selayar sebut sebagai musim barat.
Dari Kota Benteng, Ibu Kota Kepulauan Selayar, Pantai Pinang dapat diakses dengan perjalanan darat dari Benteng ke Pelabuhan Pattumbukang selama 45 menit. Dilanjutkan dengan angkutan kapal jenis jolloro berpenumpang hingga 15 orang, selama kurang lebih 30 menit.
Jadwal kunjungan terbaik adalah antara November sampai Maret. Wisatawan dapat menggunakan jasa tour guide dari Selayar Vacatio di nomor telepon 082347821124.

Pantai Bonetappalang oleh masyarakat Kepulauan Selayar kerap pula meneyebutnya Pantai Joechen. Joechen adalah warga asing asal Jerman yang mengelolah pantai tersebut.
Salah satu ciri khas dari Pantai Bonetappalang adalah dermaga kayu yang disangga oleh beton dan menjulur dari bibir pantai ke tengah laut.
Di tempat tesebut biasanya menjadi lokasi untuk para pengunjung berfoto dengan latar pantai berpasir putih dan perbukitan di belakangnya.
Pantai Bonetappalang diakses dengan perjalanan darat dari Kota Benteng, Ibu Kota Kepulauan Selayar menuju ke Dermaga Pattumbukang.
Dari Pattumbukang, wisatawan dapat menggunakan jasa kapal nelayan jenis jolloro dengan waktu tempuh selama sekitar 30 menit.
Disepanjang perjalanan dengan matahari yang bersinar agak terik, kami disuguhi pemandangan pesisir timur Kepulauan Selayar yang beberapa diantaranya merupakan dinding tebing dan sebagian lagi pantai berpasir putih. Wilayah pesisir timur Kepulauan Selayar kebanyakan berkarakter perbukitan.

Pantai berpasir putih yang berada di Dusun Balang Butung, Desa Balang Butung, Kecamatan Buki ini, menawarkan suasana khas dengan tebing karang bercorak seperti relief. Bahkan sebagian orang meyakini, batu setinggi sekitar empat meter itu sengaja dipahat menyerupai tulisan dalam bahasa China.
Tak ada kajian ilmiah terkait hal tersebut. Apapun itu, perpaduan keindahan pantai dan tebing karang yang unik, tetap saja menawarkan pesona dan daya tarik bagi pengunjung.
Lokasi ini ramai didatangi saat hari libur, terutama oleh wisatawan lokal. Akses ke Pantai Batulohe bisa dari Pantai Liangsangiring di Desa Bontona Saluk.
Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan menumpagi perahu nelayan yang banyak tersedia di Pantai Liangsangiring. Sementara Pantai Liangsangiring sendiri, diakses hanya sekitar 30 menit dari kota Benteng, Ibukota Kepulauan Selayar.
Belum ada fasilitas kafe atau rumah makan di Pantai Batulohe, termasuk sarana untuk bersitirahat. Mempersiapkan kelengkapan dan logistik seperti makanan dan minuman, akan lebih baiik saat Anda akan datang bertandang.