Ahmad Riadi
SELAYAR, Quarta.id- Sekelompok anak muda asyik berdiskusi pada dua meja yang didempetkan menjadi satu. Sesekali terlihat serius, pada momen tertentu mereka tertawa ringan.
Sebuah laptop terpajang. Satu orang terlihat sibuk memainkan jari diatas keyboard. Sepertinya menjadi notulen dan sibuk mencatat setiap poin dari perbincangan itu.
Agak jauh dari mereka, dua orang berpakian almamater sedang berbincang pada sebuah meja bundar. Setumpuk buku dan laptop yang juga sedang terbuka menemani keduanya.
Udara masih terasa sejuk. Padahal jarum pendek dari jam di ruangan itu sudah menunjuk angka 11. Tidak salah, beberapa unit AC portabel nampak terpasang di pojokan.
Ruangan tempat para Gen Z berinteraksi itu adalah lantai 2 perpustakaan milik Pemerintah Kepulauan Selayar yang saat ini berfungsi ganda, selain sebagai tempat membaca, juga menjadi ruang berkumpul anak-anak muda, mengerjakan tugas, berdiskusi dan kegiatan interaktif lainnya.
Pada Ramadan kali ini, tempat itu terlihat jauh lebih ramai. Maklum, kedai kopi pada tutup, cafe buka pada malam hari saja. Jadilah perpusataan itu tempat anak muda, mahasiswa dan para freelancer berkumpul.
“Memang selalu kumpul disini (lt.2 perpusataakn Pemda Kepulauan Selayar). Pas Ramadan makin sering berkunjung,” ucap Annisa, kepada Quarta.id yang ditemui pada Perpustaakn Pemda Kepulauan Selayar.
Putra Anugerah, salah seorang Penggiat LSM di Kepulauan Selayar menyebut tempat-tempat yang menyediakan co-working space sebagai alternatif untuk bekerja.
“Sayangnya masih kurang di Selayar (co-working space), beberapa masih konsep cafe dan kedai kopi biasa,” ucapnya kepada Quarta.id beberapa waktu lalu.
Sakinah, salah seorang arsitek yang berkiprah di Kepulauan Selayar, meneyebut kebutuhan co-working space untuk para freelancer seperti dirinya.
BACA JUGA: 5 Tahun Kiprah Rumah BUMN Selayar Jadi Lokomotif Pemberdayaan UMKM
“Suasana yang tenang, wi-fi dan harga sewa yang terjangkau untuk kebutuhan harian sampai mingguan,” kata Sakinah terkait urgensi co-working space di Selayar saat dihubungi Quarta.id, Senin (2/3/2026)
Meskipun berstatus kota kecil, Benteng yang menjadi Ibu Kota Kepulauan Selayar, sejarinya semakin dinamis.
Hadirnya kampus baru, kantor-kantor swasta juga terus bertambah. UMKM yang terus bergeliat dan pelaku aktiviatis kreatif yang mulai bermunculan,.melahirkan kebutuhan baru. Ya, Selayar butuh lebih banyak Co-Working Space.
Coworking, atau tempat kerja bersama, adalah konsep ruang kerja yang menawarkan lingkungan kerja yang fleksibel dan terbuka bagi individu atau kelompok untuk bekerja dan juga berkolaborasi.
Di kota-kota besar, co-working space menjadi fenomena dalam beberapa tahun terakhir.
Trend work from anywhere yang terus bertumbuh, membutuhkan tempat atau ruang beraktivitas yang representatif.
dI kota-kota besar, co-working space, juga menawarkan fasilitas seperti ruang pertemuan, ruang khusus untuk panggilan konferensi, akses ke printer dan scanner, serta WiFi yang cepat, yang membuat proses kerja lebih efisien dan produktif.
Co-working space kerap pula menawarkan acara dan program mingguan yang membantu anggotanya membangun hubungan bisnis dan meningkatkan keterampilan mereka dalam berbagai bidang.