Ahmad Riadi
SELAYAR, Quarta.id- Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Natsir Ali mendorong tradisi dan kesenian daerah diintegrasikan dengan materi pengajaran di sekolah-sekolah dalam bentuk muatan lokal.
Seruan itu disampaikan Natsir Ali saat menghadiri pertunjukan seni Kelon Sino ri Bungaiya, sebuah acara yang digagas oleh penggiat seni Kepulauan Selayar. Dilangsungkan di Desa Bungaiya, Kecamatan Bontomatene.
Menurut Natsir Ali, generasi muda harus memahami dan menjadikan identitas daerah sebagai bagian yang tak terpisahkan dari diri mereka masing-masing.
BACA JUGA: Nantikan! Napak Tilas Peradaban Kuno Kepulauan Selayar pada Event Budaya “Kelong Sino ri Bungaiya”
“Tradisi dan kesenian lokal mengandung nilai-nilai luhur yang senantiasa relevan dengan perkembanagan zaman, sehingga harus terus dilestarikan,” ucapnya saat memberikan sambutan.
Dirinya berkomitmen untuk menerjemahkan visi menanamkan nilai-nilai tradisi sejak dini, dengan kebijakan yang menyentuh ke sektor pendidikan, terutama pada level usia dini.
Kelong Sino ri Bungaiya mempertunjukkan atraksi tari, kesenian didek, barsanji dan beberapa atraksi lainnya.
Salah satu penggagas acara, Adi Beta menyampaikan perihal pertunjukan sebagai upaya memperkenalkan tradisi dan kesenian lokal Kepulauan Selayar kepada kahalayak, terutama generasi muda.
“Selain dalam pertnjukan, kami para pelaku seni, sejauh ini juga aktif membina anak-anak muda di Selayar untuk menekuni seni tradisi lokal,” ucap Adi.
Adi dan beberapa penggiat seni lainnya menyatakan akan terus meprakarsai pertunjukan seni dan budaya lokal sebagai bagian dari upaya melestarikana nilai tradisi Kepulauan Selayar.