Ahmad Riadi
SELAYAR, Quarta.id- Di Banyak tempat, minyak jelantah kerap menjadi material yang tidak berguna dan dibuang begitu saja.
Padahal, minyak sisa dapur dapat menimbulkan pencemaran, terutama jika dibuang pada wilayah sungai atau laut.
Olehnya itu, mengelola kembali minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna, banyak didorong pada kalangan perempuan sebagai pemilik otoritas pada aktivitas di dapur.
BACA JUGA: Seru-seruan di Rumah BUMN Selayar, Milenial Belajar Daur Ulang dan Gaya Hidup Zero Waste
PKK Kepulauan Selayar sebagai organisasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, berinisiatif memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan untuk pembuatan lilin aromaterapi.
Bertempat di Kecamatan Buki, Selasa (3/2/2026) puluhan perempuan dan anggota PKK pada wilayah tersebut, dieduksi cara membuat lilin aromaterapi dengan memanfaatkan minyak sisa dapur.
“Perempuan, terutama ibu rumah tangga, harus memiliki kepedulian dengan tidak mencemari lingkungan. Material sisa dapur sebisa mungkin dicegah untuk tidak menjadi polutan,” ucap Rahmania Alifieyanto selaku Sekretaris PKK Kepulauan Selayar kepada Quarta.id, Rabu (4/2/2026).
Dengan proses yang mudah dan bahan yang gampang diperoleh, keterampilan membuat lilin aromaterapi ini diharapkan dapat menjadi alternatif mencegah pencemaran lingkungan sejak dari hulu.
“Selain itu, lilin aromaterapi juga memiliki nilai ekonomi jika disertai dengan aktivitas pemasaran,” imbuh Rahmania.