Ahmad Riadi
SELAYAR, Quarta.id- Perjalanan kurang lebih 30 tahun meniti karir di kepolisian, tentu bukan waktu yang pendek untuk sebuah pengabdian dengan segala risiko dibalik tugas yang dikenal sangat kompleks.
Iptu Agus Indrawan yang saat ini menjabat sebagai Kasat Intelkam (Intelejen Keamanan) Polres Kepulauan Selayar, menjadi satu diantara sedikit personil kepolisian yang sukses melalui perjalanan panjang tersebut.
Terlebih, sebagian besar perjalanan tugas itu dilewatkan pada unit Intelkam yang terkenal memiliki karakter kerja yang ekstrem, penuh risiko, tetapi justru jarang diketahui.
“Cenderung tidak terlihat tetapi kerja-kerja intelejen menjadi nyawa dari tugas kepolisian dalam menjaga kemanan serta ketertiban di tengah-tengah masyarakat,” ucap Iptu Agus Indrawan saat berdiskusi dengan awak media di Kantor Polres Kepulauan Selayar di Benteng, Rabu (14/1/2026).
Intelijen disebutnyanya sebagai mata dan telinga Polri dalam memetakan potensi gangguan keamanan, melakukan deteksi dini, termasuk memonitor konflik sosial, radikalisme, dan kriminalitas.
Meskipun cenderung bekerja dalam senyap, namun menurut Iptu Agus Indrawan, keberadaan intelejen menjadi bagian penting dari kinerja kepolisian dalam menyelesaikan aneka ragam kasus secara presisi.
“Meskipun tak tampak di publik, kerja mereka (personil intel), kadang menjadi elemen penting dalam menyelesaikan sebuah kasus,” lanjut Agus Indrawan sembari memperkenalkan satu-persatu anggota pada Satuan Itelkam Polres Kepulauan Selayar.
Iptu Agus Indrawan mencontohkan, kinerja unitnya mencegah agar aksi kriminalitas tidak sampai terjadi melalui deteksi dini.
“Justru kalau kriminalitas tidak sampai terjadi atau meluas, itu sudah bagian dari kinerja intelejen dalam melakukan upaya preventif,” ucapnya.
Iptu Agus Indrawan yang merupakan putra Jawa Barat, mengungkapkan perjalanan panjang karirinya, yang sebagian besar dilewatkan di Sulawesi Selatan.
“Perjalanan tugas pula yang membawa saya berjodoh dengan wanita asal Sulsel, yakni Sinjai,” ucap pria tiga orang anak ini.
Dari lika-liku perjalanan karir pada unit Intelkam, Iptu Agus Indrwan menyebut event politik sebagai momen yang krusial dalam konteks kerja-kerja intelejen.
“Karena pada kontestasi politik, melibatkan keberadaan Parpol, masyarakat luas dan kelompok-kelompok masyarakat dengan potensi konflik yang sangat terbuka,” lanjut Agus Indrawan.
Ia mencontohkan, bagaimana dirinya melewati tugas saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Palopo pada tahun 2025 lalu.
“Dua kali PSU (Perhitungan Suara Ulang) tentu menghadirkan kerawanan yang jika tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi konflik yang massif,” kata Agus Indrawan.
Dilantik pada November 2025 lalu sebagai Kasat Intelkam di Polres Kepulauan Selayar, dirinya berharap bisa memberi kontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertban di Bumi Tanadoang, sehingga aktivitas sosial dan pembangunan berlangsung dengan baik.
“Semoga saya dapat diterima sebagai warga Selayar dan menjadi bagian dari upaya memajukan daerah ini,” imbuhnya.