Sardi
SELAYAR, Quarta.id- Jewawut atau dalam bahasa Selayar disebut Banne, dapat tumbuh dengan baik pada beberapa wilayah di Kepulauan Selayar, diantaranya di Kecamatan Bontomatene, Buki dan Bontomanai.
Dikutip pertanian.go.id, jewawut merupakan tanaman pangan sejenis serelia berbiji kecil dengan diameter sekitar 1 mm.
Pada beberapa daerah, jewawut masih menjadi pilihan makanan pokok, seperti Sulawesi Barat, Pulau Buru, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Tengah.
Jewawut memiliki malai menyerupai bulir dengan panjang antara 8-18 cm. Tangkai malai sepanjang 25-30 cm, tegak atau melengkung. Warna bulir tanaman jewawut beraneka ragam, mulai dari hitam, kuning, ungu, merah, sampai jingga kecoklatan.
Di Kepulauan Selayar, jewawut dulunya ditanama dalam skala yang besar untuk kebutuhan konsumsi. Seiring perkembangan zaman, dengan banyaknya pilihan sumber makanan, jewawut mulai terlupakan.
Meskipun masih banyak diupayakan oleh petani di Selayar, volumenya sudah jauh berkurang.
BACA JUGA: Setelah GEMERLAP Terbitlah GEMETAR, Program Baru untuk Komoditas Jagung di Selayar
“(Jewawut) sudah tidak menjadi pilihan untuk konsumsi sehari-hari. paling kalaupun ditanam, hanya dalam jumlah kecil,” ucap Daeng Manggappa (55), petani asal Dusun Tajuiya, Kecamatan Bontomatene.
Padahal, jewawut menjadi salah satu komoditas pengganti beras dalam upaya mendorong ketahanan pangan.
Karakternya yang dapat tumbuh dalam berbagai kondisi, menjadikannya lebih adaptif terhadap perubahan iklim yang menjadi persoalan global.
BACA JUGA: Wajib Dicoba! Penganan Khas Selayar Berbahan Dasar Jewawut, Lezat dan Kaya Gizi
Dikutip dari bakti.or.id Ridwan, Tri Handayani, dan Witjaksono, dalam penelitian berjudul “Respon Tanaman Jewawut [Setaria italica (L.) P. Beauv.] terhadap Kondisi Cahaya Rendah” menjelaskan jewawut merupakan tanaman serealia yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung program diversifikasi pangan.

Peneliti BRIN tersebut menjelaskan, sumber daya hayati Indonesia yang sangat beragam memungkinkan untuk mendapatkan sumber daya pangan selain beras, salah satunya jewawut.
BACA JUGA: Sedang Musim Berbuah, Ini Manfaat Jamblang, Tumbuhan Tropis yang Kerap Ditemui di Kepulauan Selayar
Tanaman ini disebut termasuk tanaman C4 yang dapat beradaptasi dengan baik di daerah kering dan semi kering.
Jewawut juga dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, dari tanah berpasir hingga tanah liat. Bahkan tanaman ini masih dapat tumbuh pada tanah-tanah berbatu.
Tanaman ini kaya akan kandungan nutrisi yang lebih baik dibanding beras dan jagung. Kandungan gizi yang dimiliki meliputi karbohidrat 84,2%, protein 10,7%, lemak 3,3%, dan serat 1,4%.